Arti Pemasaran dan Manajemen Pemasaran Usaha Salon
Dalam dunia usaha yang semakin bersaing, tantangan yang dihadapi para pengusaha Salon Kecantikan akan semakin berat dalam usahanya untuk menawarkan jasanya ke arena persaingan. Segala usaha dibidang pemasaran (marketing) harus ditempuh sehingga penggarapan secara sungguh-sungguh agar tidak terlempar ke luar "persaingan" akibat semakin banyaknya orang yang sama dalam bidang yang telah digarap. Dalam persaingan yang semakin ketat, kegiatan peningkatan proses operasional tidak lagi dipandang sebagai masalah yang berat dibandingkan dengan kegiatan memasarkan jasa yang dihasilkannya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keberhasilan dalam memasarkan merupakan kunci keberhasilan dari suatu usaha salon. Kegiatan pemasaran memiliki nilai positif baik dilihat dari sisi konsumen maupun dari sisi produsen. Dari sisi konsumen, pemasaran dipandang sebagai kegiatan yang dapat menawarkan berbagai alternatif alat pemuas kebutuhan, sehingga nilai kepuasan itu sendiri bertambah besar.
Dari sisi produsen, pemasaran sebagai kegiatan untuk lebih meningkatkan pelayanan pemenuhan kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, pemasaran sesungguhnya bukan sematamata berkaitan dengan kepentingan produsen saja melainkan juga kepentingan konsumen.
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh usaha salon untuk mempertahankan kelangsungan hidup, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Arti pemasaran biasanya sering disalah artikan dengan pengertian penjualan, perdagangan dan distribusi. Padahal istilah-istilah tersebut hanya merupakan satu bagian dari aktivitas pemasaran secara keseluruhan. Proses pemasaran dimulai jauh sebelum kegiatan operasional sebuah salon dan tidak berakhir dengan sales saja tetapi juga bagaimana dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.
Aplikasi pemikiran Kotler tentang konsep inti pemasaran Pemasaran yaitu Kebutuhan , keinginan dan permintaan pada usaha salon.
Manusia membutuhkan banyak hal dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut Abraham maslow dimulai dari kebutuhan yang sangat basic yaitu fisiologis. Yang perlu dicermati adalah bahwa kita perlu membedakan antara kebutuhan , keinginan dan permintaan. Kotler mendefinisikan bahwa kebutuhan manusia (human needs) adalah ketidakberadaan beberapa pemuas dasar. Kebutuhan ini sendiri bukanlah diciptakan oleh masyarakat atau para pemasar , karena kebutuhan merupakan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hakikat biologis dan kondisi manusia.
Selanjutnya Kotler mengatakan bahwa keinginan (wants) adalah hasrat akan pemuas kebutuhan yang spesifik. Seorang wanita membutuhkan penampilan yang lebih cantik sehingga mereka ingin datang ke Salon untuk di Make up atau dirias rambutnya. Namun datang ke salon hanyalah salah satu keinginan untuk memenuhi kebutuhan akan tampil cantik. Tidak semua orang ingin datang ke Salon ada yang datang ke orang pintar agar dipasang pellet untuk menambah cantik penampilan ada juga yang datang ke dokter bedah untuk di operasi wajahnya.
Bagi para pemasar yang perlu disadari ialah bahwa tidak semua keinginan itu akan menimbulkan suatu demand atau permintaan akan produk dan jasa kita. Demand masih mempersyaratkan satu hal lagi yaitu purchasing power. Apakah seseorang memliliki cukup uang untuk dating ke salon , ke orang pintar atau ke Dokter tergantung kepada daya beli masing-masing. Adalah tugas seorang pemasar untuk merubah kebutuhan yang inherent ada dalam masyarakat untuk tampil cantik menjadi suatu permintaan akan jasa pelayanan salon kita.
Permintaan (demands) adalah keinginan akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Keinginan jadi permintaan jika didukung oleh daya beli. Banyak orang yang menginginkanoperasi plastik, namun hanya sedikit yang mampu dan bersedia untuk membayar ongkos operasi. Karena itu pengusaha salon harus mengukur tidak hanya berapa banyak orang yang menginginkan jasa mereka , tetapi yang lebih penting berapa banyak orang yang benar-benar bersedia dan mampu membayar biayanya. Inilah yang kemudian menjadi jawaban atas adanya pertanyaan apakah "pemasar menciptakan kebutuhan" atau "pemasar membuat orang membeli barang yang tidak mereka inginkan".
Pemasar tidak menciptakan kebutuhan tetapi kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar, seperti juga pengaruh sosial lain, mempengaruhi keinginan. Pemasar dapat menawarkan gagasan bahwa make up dapat memenuhi kebutuhan seseorang akan arti kecantikan. Pemasar mempengaruhi permintaan dengan menawarkan suatu produk yang sesuai , memiliki daya tarik, terjangkau, dan mudah didapatkan oleh konsumen yang dijadikan target. (Bersambung). Disadur dari Buku Pemasaran Karangan Philip Kotler oleh Dra. Marfati Ambar MM.
Satu gebrakan lagi diraih oleh LPM Lentera Fortuna yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok sebagai penyelenggara kursus Hantaran terbaik di Kota Depok tahun 2008 , kini berlanjut mendapatkan predikat sebagai Penyedia Jasa Hantaran berprestasi di tahun 2009. Perkembangan yang begitu cepat dalam menapak Visi Lembaga yang bertekad akan mendunia dalam 1 tahun mendatang setelah sukses di tingkat Kota Depok , Propinsi Jabar , Lentera Fortuna akan langsung meloncat global dengan terciptanya kerjasama dengan Wahana Visi Indonesia yang berjaringan Internasional dalam rangka poverty alleviation mengangkat kemiskinan dalam masyarakat.
Poverty alleviation is any process which seeks to reduce the level of poverty in a community, or amongst a group of people or countries. Poverty reduction programs may be aimed at economic or non-economic poverty. Some of the popular methods used are education, economic development, and income redistribution. Poverty reduction efforts may also be aimed at removing social and legal barriers to income growth among the poor. LPM Lentera Fortuna has been playing an important role in this process. That was one of the reasons why the Local Government of Indonesia acknowledged Lentera Fortuna as the best provider in conducting the training for the poor people in the surrounding area. Catatan : Baca Tabloid Peluang Usaha mengenai Liputan Hantaran LPM Lentera Fortuna
Arti Pemasaran dan Manajemen Pemasaran Usaha Salon
Dalam dunia usaha yang semakin bersaing, tantangan yang dihadapi para pengusaha Salon Kecantikan akan semakin berat dalam usahanya untuk menawarkan jasanya ke arena persaingan. Segala usaha dibidang pemasaran (marketing) harus ditempuh sehingga penggarapan secara sungguh-sungguh agar tidak terlempar ke luar "persaingan" akibat semakin banyaknya orang yang sama dalam bidang yang telah digarap. Dalam persaingan yang semakin ketat, kegiatan peningkatan proses operasional tidak lagi dipandang sebagai masalah yang berat dibandingkan dengan kegiatan memasarkan jasa yang dihasilkannya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keberhasilan dalam memasarkan merupakan kunci keberhasilan dari suatu usaha salon. Kegiatan pemasaran memiliki nilai positif baik dilihat dari sisi konsumen maupun dari sisi produsen. Dari sisi konsumen, pemasaran dipandang sebagai kegiatan yang dapat menawarkan berbagai alternatif alat pemuas kebutuhan, sehingga nilai kepuasan itu sendiri bertambah besar.
Dari sisi produsen, pemasaran sebagai kegiatan untuk lebih meningkatkan pelayanan pemenuhan kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, pemasaran sesungguhnya bukan sematamata berkaitan dengan kepentingan produsen saja melainkan juga kepentingan konsumen.
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh usaha salon untuk mempertahankan kelangsungan hidup, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Arti pemasaran biasanya sering disalah artikan dengan pengertian penjualan, perdagangan dan distribusi. Padahal istilah-istilah tersebut hanya merupakan satu bagian dari aktivitas pemasaran secara keseluruhan. Proses pemasaran dimulai jauh sebelum kegiatan operasional sebuah salon dan tidak berakhir dengan sales saja tetapi juga bagaimana dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.
Aplikasi pemikiran Kotler tentang konsep inti pemasaran Pemasaran yaitu Kebutuhan , keinginan dan permintaan pada usaha salon.
Manusia membutuhkan banyak hal dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut Abraham maslow dimulai dari kebutuhan yang sangat basic yaitu fisiologis. Yang perlu dicermati adalah bahwa kita perlu membedakan antara kebutuhan , keinginan dan permintaan. Kotler mendefinisikan bahwa kebutuhan manusia (human needs) adalah ketidakberadaan beberapa pemuas dasar. Kebutuhan ini sendiri bukanlah diciptakan oleh masyarakat atau para pemasar , karena kebutuhan merupakan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hakikat biologis dan kondisi manusia.
Selanjutnya Kotler mengatakan bahwa keinginan (wants) adalah hasrat akan pemuas kebutuhan yang spesifik. Seorang wanita membutuhkan penampilan yang lebih cantik sehingga mereka ingin datang ke Salon untuk di Make up atau dirias rambutnya. Namun datang ke salon hanyalah salah satu keinginan untuk memenuhi kebutuhan akan tampil cantik. Tidak semua orang ingin datang ke Salon ada yang datang ke orang pintar agar dipasang pellet untuk menambah cantik penampilan ada juga yang datang ke dokter bedah untuk di operasi wajahnya.
Bagi para pemasar yang perlu disadari ialah bahwa tidak semua keinginan itu akan menimbulkan suatu demand atau permintaan akan produk dan jasa kita. Demand masih mempersyaratkan satu hal lagi yaitu purchasing power. Apakah seseorang memliliki cukup uang untuk dating ke salon , ke orang pintar atau ke Dokter tergantung kepada daya beli masing-masing. Adalah tugas seorang pemasar untuk merubah kebutuhan yang inherent ada dalam masyarakat untuk tampil cantik menjadi suatu permintaan akan jasa pelayanan salon kita.
Permintaan (demands) adalah keinginan akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Keinginan jadi permintaan jika didukung oleh daya beli. Banyak orang yang menginginkanoperasi plastik, namun hanya sedikit yang mampu dan bersedia untuk membayar ongkos operasi. Karena itu pengusaha salon harus mengukur tidak hanya berapa banyak orang yang menginginkan jasa mereka , tetapi yang lebih penting berapa banyak orang yang benar-benar bersedia dan mampu membayar biayanya. Inilah yang kemudian menjadi jawaban atas adanya pertanyaan apakah "pemasar menciptakan kebutuhan" atau "pemasar membuat orang membeli barang yang tidak mereka inginkan".
Pemasar tidak menciptakan kebutuhan tetapi kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar, seperti juga pengaruh sosial lain, mempengaruhi keinginan. Pemasar dapat menawarkan gagasan bahwa make up dapat memenuhi kebutuhan seseorang akan arti kecantikan. Pemasar mempengaruhi permintaan dengan menawarkan suatu produk yang sesuai , memiliki daya tarik, terjangkau, dan mudah didapatkan oleh konsumen yang dijadikan target. (Bersambung). Disadur dari Buku Pemasaran Karangan Philip Kotler oleh Dra. Marfati Ambar MM.
Para netter yang terhormat , didalam blog ini saya akan berusaha untuk sharing pengalaman saya menjalankan kegiatan usaha baik yang menyenangkan maupun yang tidak , sebagai referensi bagi netter untuk tidak mengulang kesalahan yang sama , sekaligus bisa menarik contoh dari apa yang menjadi nilai positif saya.
Bagi saya yang penting dalam menjalankan usaha adalah melangkah melakukan action. Pengalaman membuktikan bahwa konsistensi melangkah dengan pasti walaupun berbagai rintangan menghalangi , namun ada saat dimana kita akan mendapatkan pencerahan tentang apa yang harus kita lakukan selanjutnya.
Dan ini adalah benih kesuksesan yang harus dipelihara terus menerus. Hanya kerja keras secara konsisten dan mengambil keputusan yang smart tentang apa yang harus kita lakukan adalah lorong menuju puncak prestasi. Ini bukan hanya diatas kertas , namun saya sudah buktikan secara nyata.
Bagi para netter yang ingin mulai usaha tidak usah bingung mikirin yang muluk-muluk. Mulailah dengan hal-hal yang anda sukai , apapun wujudnya dan sesederhana apapun tidak usah dirisaukan. Karena pengalaman saya juga saya mulai melakukan hal-hal sederhana saja tapi benar-benar saya tlateni , melalui pasang surut , jatuh bangun kesandung sana-sini. Tetapi ternyata bahwa setiap kali saya tersandung maka saya belajar hal yang baru.
MP3 Clips
Search 2.0
Welcome to paradise for the active learners / Surga bagai para pembelajar aktif
Kalau anda ingin bisa membuat produk seperti yang kami tampilkan silakan hubungi kami. Kursus yang kami berikan telah dinyatakan sebagai yang terbaik oleh Dinas Pendidikan Kota Depok. Asyik hobby yang membawa rezeki. Salam keberuntungan Lentera Fortuna. If you want to make all the products shown in this page by yourself please contact us. Dinas Pendidikan Kota Depok has acknowledged us as the best training provider. It is a kind of hobby that will bring money to us. Fortune greeting from Lentera Fortuna.
Dra Marfati Ambar MM
Pimpinan Lembaga LPM Lentera Fortuna
BIODATA
Nama : Dra. Marfati Ambar,MM Agama: Islam Tempat & tgl lahir: Pati , 2 Nopember 1957 Alamat : Jl. Ciliwung Raya No 20 Depok 2 Timur Telp/Fax: 021-7715943 - 08561324500. E-Mail: lenterafortuna.yahoo.co.id Website: www.lenterafortuna.com
Berkarya terus
Apapun bisa dilakukan yang penting ada kemauan
Kegiatan Kursus
Kunjungan Ibu KASAD selaku Ketua Persit Chandra Kirana
Kegiatan Ujian Hantaran di LPM Lentera Fortuna
LPM Lentera memiliki izin untuk menyelenggarakan ujian negara yang nantinya akan digantikan perannya oleh Lembaga Sertifikasi
Pelantikan Ketua Konsorsium Hantaran DPD Jawa barat
Satu prestasi lagi dari LPM Lentera Fortuna , setelah Pimpinannya Dra. Marfati Ambar , MM dikukuhkan sebagai Sekretaris Lembaga Sertifikasi Hantaran yang berperan sebagai Mitra Departemen Pendidikan Nasional , kemudian juga terpilih sebagai Master Nasional Penguji Hantaran dan telah mendapatkan pembekalan lanjutan dalam Pelatihan Master Penguji Uji Kompetensi Tingkat Nasional di Hotel Grand Papandayan Bandung pd tgl 26 Februari 2009 s/d 1 April 2009 dan telah pula melakukan seleksi Penguji Nasional di Yogyakarta tgl 21-24 April 2009 . Selanjutnya baru saja Dra. Marfati Ambar , MM telah dilantik sebagai Ketua Konsorsium Hantaran Jawa barat di Hotel Talagasari Bandung hari Jumat 1 Mei 2009 yang lalu. Suatu bukti legalitas Lembaga yang tercermin dari kiprah Pimpinannya yang begitu cepat melejit baik didaerah Jawa barat maupun di tingkat Nasional.
Dra Marfati Ambar sebagai Nara Sumber
Pembinaan Teknis Tempat Uji Kompetensi tgl 4 Agustus s/d 6 Agustus 2009 di Yogyakarta
Perkembangan terakhir Lentera Fortuna
Bertahap namun pasti karir Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Manajemen Lentera Fortuna melejit dengan cepat setelah kemudian Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal merekrutnya menjadi Nara Sumber dalam penyusunan Instrument Akreditasi Lembaga Pendidikan Non Formal. Begitu intensif pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan dalam menyusun Instrument sehingga Dra Marfati Ambar MM harus mengatur waktu dengan ketat disela-sela kesibukannya memberikan Pelatihan Ketrampilan Hantaran dan Tata Kecantikan Rambut dan Tata Kecantikan Kulit yang dilakukan secara in House diberbagai tempat maupun yang diselenggarakan di tempat Pelatihannya di Depok. Bahkan setelah menjadi Nara Sumber BAN PNFDra Marfati Ambar MM masih juga berpartisipasi sebagai Asesor BAN PNF melalui Pelatihan Asesor Akreditasi BAN PNF yang diselenggarakan dari tanggal 17 Agustus 2009 sampai dengan tanggal 21 Agustus 2009 di Hotel Horizon Bandung.
Pelatihan Asesor Akreditasi BAN PNF
Dra Marfati Ambar MM mengikuti Pelatihan Asesor Akreditasi BAN PNF di Hotel Horizon Bandung tgl 17 Agustus 2009 s/d 21 Agustus 2009